PARADOKS DAN TANTANGAN PEMILU INDONESIA Menuju Sistem Pemilihan Umum yang Berkeadilan
Abstract
Pemilu Indonesia merupakan sarana kedaulatan rakyat, tetapi dalam praktiknya masih dihadapkan pada banyak paradoks. Di satu sisi pemilu menjadi instrumen demokrasi konstitusional, namun di sisi lain masih dibayangi politik uang, tingginya biaya politik, distorsi representasi, penyempitan hak pencalonan, problem netralitas aparatur, kerumitan pemilu serentak, lemahnya penegakan hukum, dan tumpang tindih penyelesaian sengketa.
Buku ini membahas pemilu tidak hanya sebagai prosedur lima tahunan, tetapi sebagai sistem hukum dan politik yang harus diukur dari keadilan, kejujuran, kesetaraan peserta, perlindungan hak pilih, integritas penyelenggara, serta legitimasi hasil. Melalui pendekatan konstitusional, yuridis, dan kritis, penulis menawarkan rekonstruksi sistem pemilu Indonesia menuju pemilu yang lebih rasional, demokratis, dan berkeadilan.