KAMPUS, KUASA DAN KEKERASAN SEKSUAL: Agency Perempuan Dalam Tata Kelola PPKS Di Universitas Indonesia–Malaysia
Abstract
Buku ini hadir dari kegelisahan sekaligus keprihatinan terhadap kenyataan tersebut. Kami memandang kekerasan seksual di perguruan tinggi bukan sekadar “kasus” yang berdiri sendiri, melainkan gejala sosial yang berulang dan terhubung dengan budaya diam, politik reputasi, serta sistem penanganan yang belum sepenuhnya siap melindungi korban. Karena itu, buku ini tidak hanya mengumpulkan cerita atau data, tetapi berupaya mengurai bagaimana kekerasan seksual berlangsung dalam iklim institusi, bagaimana respons kampus membentuk keberanian (atau ketakutan) untuk melapor, serta bagaimana kebijakan dapat kehilangan makna ketika tidak ditopang oleh kapasitas layanan, evaluasi, dan perubahan budaya. Pada titik ini, membahas kekerasan seksual berarti membahas cara kerja institusi: bagaimana kuasa beroperasi, bagaimana norma sosial menekan korban, dan bagaimana kebijakan dapat menjadi perlindungan yang nyata atau justru menjadi formalitas yang tidak bekerja.